Kamis, 31 Oktober 2013
13 October for My Bunny My love
Sabtu, 20 April 2013
How do i feel?
Entah Mengapa aku selalu tersenyum melihat kenangan ini meskipun dengan perasaan sedih atau marah.
Bunga itu merekah cantik dalam gengamanku.
Waktu yang paling tidak aku senang adalah saat kau sibuk dengan duniamu tetapi aku tidak, dan waktu yang paling membingungkan adalah saat kita berdua sibuk dengan dunia masing-masing. Tetapi saat kita meluangkan waktu bersama dan mendapatkan waktu yang berharga, aku sangat merindukannya.
Aku sedang tidak baik akhir-akhir ini, intensitas komunikasi yang terbatas menyebabkan aku terlalu merindukanmu sayang.
Aku yang memikirkan, namun aku tak banyak berharap, kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu, mencoba lupakan, tapi ku tak bisa. -kekasihsejati-
Aku mencoba untuk bersikap biasa, ya sejak minggu lalu, aku mencoba bersikap biasa, menyapamu di pagi hari, dan menyapamu di malam hari. Tapi aku tidak bisa terus seperti ini, aku mengerti saat ini waktu tak tepat untuk kita.
Maaf sayangku, bukan aku ingin pergi. I do believe you honey Aku hanya ingin kau mengetahui bagaimana perasaanku.
Aku nanti salah, Perasaan wanita memang selalu sulit. ya itu katamu, memang benar. Aku tidak akan menyalahkanmu. Wanita memang begini.
Aku tidak bisa tahan untuk mendiamkanmu, tapi yang aku ingin tidak bisa sesuai, kamu ga ngerti.
Oh mungin aku bermimpi mengingikan dirimu
Untuk ada di sini menemaniku
Oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku -kekasihsejati-
ga tau lagi. kacau. abstrak. ga jelas. kangen. sedih.mungkin gantung belum seempet anti klimaks.
Kamis, 13 September 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
life
hi.
kasian banget ini blog, ditinggal satu tahun. berdebu. hahaha.
yak, karena saya sudah janji sama seseorang buat posting sesuatu,
Ya. janji harus ditepati, saya menulis lagi.
welcome back.
Proses menuju suatu kedewasaan memang tidak mudah. memerlukan waktu. berfikir tentang sesuatu. mempelajari kehidupan masa lalu mu. dan sejalan dengan itupun kau akan dewasa. berfikir dengan baik. dan tak mudah menyerah.
merelakan sesuatu itu memang bukan hal mudah..
kadang kau berfikir mengapa begini dan begitu?
semua penuh tanda tanya.
gagal akan sebuah keinginan, memang tak mudah untuk hidup.
mungkin saya tak pernah terjatuh sebelumnya, mendapatkan yang diinginkan itu hal biasa.
tapi saat kau terhempas berkilo kilo jauhnya dari angan-anganmu apa yang kau lakukan?
Bertahan adalah satu-satunya cara. menetapkan tujuan kembali dan membangun angan-anganmu kembali.
kamu tidak bisa bisa bersama-sama sinar lainnya menerangi bersama-sama, tapi kamu bisa menjadi secerca sinar di kegelapan.
Because the only failure is when you stop trying :)
let the past make you better not bitter.
O Allah i will try harder
Minggu, 04 September 2011
APAKAH INI DONGENG?
Rabu, 06 Juli 2011
and i called it "BEE"
Rabu, 29 Juni 2011
Galau
Jumat, 24 Juni 2011
jog and met
Minggu, 19 Juni 2011
Serenada Terakhir
Gusti Uji Panuntun, dalam karyanya..
Serenada Terakhir
Nun,
Demi kalam, dan apa yang tlah mereka tulis
Demi pena yang menorehkan tinta..
Dan demi satu warkat yang terbuka..
Demi petang yang hilang tenggelam
Dan
Demi Yang Maha Memanggil, dan Mengembalikan
….
Selepas hujan,
Aku..
Aku adalah perempuan jalan di pematang..
Ketika jatuh senjakala
Sawah muda,, angin muda..
Aku tetap melangkahkan terlampau gontainya..
Sesaat nanti harus ku injak pelataran rumahku..
Dan menunggu, dalam wajah larut yang tertunduk..
Tentu malaikat penjagaku yang akan sedia membukakan..
Disambut diriku dengan lekuk di kedua lesung pipinya
Dan dua bola mata yang berkaca binar..
Seolah malaikat itu ingin tiba merangkul tubuhku yang basah
Basah oleh korosi dingin, yang enggan pun merenggut simpatiku padanya
…
Oh, perempuan yang malang..
Perempuan yang datang tanpa mengetuk lalu merangkulnya
Perempuan yang jingga neraka langit mengiyakan duka
Perempuan cendana dan bunga-bunga sutra kelabu purawa..
Adapun ini hanyalah sisa jenaka malang, dan ku sebut itu luka
…
Aku adalah perempuan jalan di pematang..
Ketika jatuh senjakala
Aku menendang tanah jingga
Dan aku membayangkan dengan terang,,
Bagaimana ia menatapku
…
Sesaat,
Ketika aku terjaga,, dan terbangun setelahnya..
Aku melangkahkan kaki keluar kamarku,
setibanya aku di ujung daun pintu yang sedikit terbuka..
Terdengar suara perempuan paruh yang tersedu sedan,,
Terdengar pilu ketika itu mulai memasuki liang pikirku..
Dan sembilu ketika itu teracap di lidahku,
Tlah berkali aku dengar nama ku terselip dalam baris doa dan asmaNya..
Kiranya aku acuh oleh tiap baris sajak doa nya
Aku buta oleh kabut dalam kehidupan tak suci
Oh, Aku melihat..
Dan yang aku lihat hanya kehampaan, dan fana belaka
…
Oh, Aku tetap menjadi dingin..
Dan telah putih tangan –tangan jiwaku berdebu..
…
Hai, malaikat penjagaku..
Sebut namamu.. siapakah dirimu,,
Aku tak mungkin mengenalmu ,
sedang kau pun selalu bersembunyi di balik sajadah mu,,
dan menangis seolah kau bercengkrama dengan seorang yang tiada..
dan demi kau yang bersujud,
Ada yang kau renungi..
Sepanjang malam
Tentang coba yang masih melintang
Tentang anugerah yang tertunda
Oh, malaikat penjagaku..
Aku tahu kau..
Tak lebih dari sepertiga bentang danau yang dalam usai kau seberangi, tuk menjagaku
Serintang panjang padang ombak kau telah lalui, tuk menjagaku
Juga setebing karang curam,
Jatuh kau lewati, tuk menjagaku
…
Dalam malam yang sama,
Yang kau lakukan hanyalah diam termangu dan menunggu,
Sesaat hari yang tlah berganti,
Aku tiba di pelataran yang sama..
Dan
Tak ku temukan malaikat yang sama di daun pintu rumahku
Dimana kah malaikat penjagaku ?
Dimana ?
Dimana ?
Malaikat penjaga ……
Malaikat penjaga……
(suara malaikat penjaga)
Engkau bulan lelap tidur dihatiku
Oleh sepi diriku yang terampas waktu
Semua didindingi kelam dan kedinginan
Maut atau ribaku menunggu di ujung jalan itu..
Engkau angin dingin dan tak berbadan
Gersik rumpun pimping, rumpun ilalang
Wahai, sedan yang terluput dari liang luka
Di hati arwah kecil dan putih
Malam terbungkam kabut tipis..
Senja di langit barat berkerumun sepi
Aku harus kembali,
Pada Yang Maha Memiliki..
(perempuan)
Kau berdoa di malam hujan
Dan tak seorang tahu
Dari mana datangmu
Kau berdoa di malam hujan
Entah datang dari mana datangnya
Telah lebih dulu kau tahu
Tentang kepergian dirimu
Kau..
(malaikat penjaga)
Duduk
Berdiri
Terdiam
Berbicara
Tertawa
Marah
Sedih,
Wajah itu tangan itu tubuh itu..
Telah aku pupuskan sajak di pasir itu
Dan
berdiri aku di hadapannya.. ketika,
datang,
arungi buas waktu
Berperahu pada laut yang mati..
Kau ..
Kau yang terakhir
Kau yang melukis sajak di atas kafan yang mengambang
Mengarahkan perjalanan
Dimana harus kau temukan
Pelabuhan..
…
(perempuan)
Selepas hujan,
Aku..
Aku adalah perempuan jalan di pematang..
Ketika jatuh senjakala
Dan ku tahu..
Dan kini aku sungguh dalam kebenaran
Mengerti…
Saat ia nyata di depan mata dan dirasa
Keberadaannya adalah wajar saja
Sungguh kenikmatan itu baru terasa
Ketika ia telah tiada
Dan aku tahu kau..
Kau adalah Bunda..
…
Bunda..
Kau adalah mutiara di lumpur jiwa
Di rimba akasia aku tersedan tersedu
Seiring kabut yang berlalu..
Sebening air mata bunda
Bunga diri penjelmaan hati
Kristal hati tak bertepi
Ombak bersabung di kota yang mati
Bunda…
kau adalah nama bagi malaikat penjagaku..
Senin, 13 Juni 2011
Rabu, 20 April 2011
like i did
Selasa, 19 April 2011
i am the ugly duckling
Jumat, 25 Maret 2011
my school
EGOIS
Rabu, 23 Maret 2011
22
happy 20
Minggu, 20 Maret 2011
hari ini
Jumat, 18 Maret 2011
my feeling
Sabtu, 19 Februari 2011
pelajaran nge-gombal





